Mamuju, Potretrakyat.com; – Dua hari lagi, yakni Rabu 27 November 2024 seluruh wilayah di Republik Indonesia akan kembali melaksanakan pesta demokrasi pemilihan umum kepala daerah serentak, setelah sebelumnya diawal tahun 2024 telah menyelenggarakan pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan legislatif.
Di provinsi Sulawesi barat, seluruh persiapan menjelang hari pencoblosan terus di laksanakan secara maksimal oleh penyelenggara Pemilu pada semua tingkatan.
Ketua KPU Sulbar, Said Usman Umar mengatakan, ada hal yang berbeda kali ini. Dimana, jika di 2019 pemilu digelar dengan menyiapkan lima kotak suara di TPS. Kemudian pada 2020, KPU melaksanakan pilkada dalam kondisi wabah covid-19.
Selanjutnya, pada 2024 kali ini pemilu juga menyiapkan lima kotak suara di TPS.
“Nah yang berbeda adalah Pilkada serentak secara nasional kali ini, pemilihan gubernur dan pemilihan bupati dan walikota, itu dilaksanakan secara bersamaan,” ucap Usman.
“Kalau untuk distribusi logistik tidak ada kendala. Kampanye juga singkat. Hanya 60 hari, namun tantangan terbetat kita adalah, pertama, pelaksanaan pemilu dan pilkada di tahun yang sama. Karenanya, banyak kegiatan yang tidak bisa dimaksimalkan, seperti pendidikan pemilih dan sosialiasasi,” ujar Usman saat kegiatan “Bincang Bersama Media” di salah satu warkip di kota Mamuju. Senin (25/ 11/ 2024).
Dijelaskannya, persiapan pilkada dimulai Maret 2024, sementara proses pemilu presiden dan legislatif baru selesai pada Mei. Sehingga barulah pada akhir Mei penyelenggara baru bisa benar-benar fokus ke pilkada,” ungkap Usman.
Tantangan kedua, lanjutnya, baru kali ini pilkada di November. Tidak menyesuaikan dengan kondisi cuaca.
“Nah, kita cermati kondisi cuaca dari BMKG. Sebab ini akan menjadi tantangan sampai hari ‘H’ di TPS. Kami dapat informasi dari BMKG, bahwa pada 27 November ini akan terjadi hujan deras di beberapa wilayah. Tapi semoga tidak menghambat,” papar Usman.
“Untuk itu, sejak dua hari lalu, KPU Sulbar sudah memetakan kondisi wilayah dan koordiansi dengan BMKG. Kita cari mana kecamatan terjauh dan desa terjauh di setiap kecamatan untuk memaksimalkan waktu distribusi logistik,” imbuhnya.
Idealnya, kata Usman, sejak 22 November, distribusi logistik dimulai. Tapi baru dimulai 23 November ke Kepulauan Balabalakang, Kabupaten Mamuju. Hal itu duakibatkan cuaca buruk. Berikutnya, pada 24 November, baru kabupaten lain memulai distribusi. Dan pada 26 November, diatribusi untuk perkotaan baru dimulai.
“Target kami, H -1 pencoblosan, logistik sudah sampai di TPS. Kita berharap kondisi ini tidak terganjal cuaca ekstrem. Sebab ada informasi beberapa jalur yang longsor,” papar Usman.
Selanjutnya, “ada beberapa hal yang perlu diantisipasi bersama. Ini sudah kita koordinasikan sebagai bentuk mitigasi dengan berbagai pihak. Semoga cauaca ini tidak menghambat pilkada kita kali ini,” Harap ketua KPU Sulbar, Said Usman.
Sumber: Judistira
Editor: Redaksi


Komentar