Mamuju, Potretrakyat.com; — Ratusan Pengemudi ojek online (ojol) di Mamuju, Suawesi Barat menggelar aksi Unjuk rasa damai di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju. Senin, (5/5/2025).

Mereka melancarkan aksi protes terhadap tarif layanan yang diberlakukan oleh pihak perusahaan aplikasi yang dinilai jauh di bawah ketentuan yang berlaku.
Dari pantauan di lokasi, massa aksi pengemudi ojol memadati area depan gedung DPRD sambil membawa poster berisi tuntutan mereka.
Mereka berorasi menyuarakan keluh- kesah terkait rendahnya tarif dan dampaknya terhadap kesejahteraan keluarga mereka.
“Tarif yang berlaku saat ini tidak sebanding dengan biaya operasional dan risiko pekerjaan kami di jalan, ” Kata koordinator Aksi, Aldy Zalkasih Djakad.
“Ini masalahnya perut kami, perut keluarga kami. Kami mencari makan di jalan,” Lanjut Aldi.
Aldi mengungkapkan, sebelum menggelar aksi ini, pihaknya sudah mencoba melakukan koordinasi dengan instansi- instansi terkait, namun tidak mendapat respon baik sehingga terpaksa melakukan aksi unjukrasa hari ini.
“Sebagai perwakilan dari rekan- rekan pengemudi ojol, kami telah mencoba berkoordinasi dengan sejumlah intansi terkait, seperti dinas perhubungan dan disnaker tapi tidak mendapat tanggapan yang masuk di akal bahkan jawaban mereka adalah mereka tidak tahu-menahu soal aturan terkait ojol. Kami datang ke gedung rakyat ini karena kami butuh keadilan di sini,” tegasnya.
Dalam tuntutannya massa aksi menuntut agar DPRD Kabupaten Mamuju segera mengambil tindakan dan mendesak pihak aplikator untuk memberlakukan tarif yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku yakni Keputusan menteri perhubungan nomor 667 tahun 2022.
“Kami berharap ada regulasi yang lebih berpihak pada kesejahteraan para pekerja ojol ini,” Ungkapnya.
Menanggapi tuntutan para pengemudi ojol, wakil ketua DPRD Mamuju, Alfais Muhammad yang saat audiensi dengan para pengemudi ojol didampingi oleh ketua bapemperda DPRD kabupaten Mamuju, Mervie Parasan, mengatakan, pihaknya akan segera menggelar RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan gabungan komisi DPRD Mamuju (Komisi I, IIdan III) bersama instansi terkait dan pihak perusahaan aplikasi (grab).
“Rencananya besok kami akan gelar RDP lintas komisi dengan instansi terkait yaitu Disnaker, Dishub dan Diskominfo serta perwakilan dirver ojol dan pihak aplikator (perusahaan aplikasi), ” Urai Alfais.
Lebih lanjut wakil ketua DPRD Mamuju itu menegaskan, pihaknya akan mengawal tuntutan para pengemudi ojol ini hingga menemui titik terang atau solusi.
“Akan kami kawal sampai menemui titik terang atau solusi yang baik untuk semua, ” Ucap Wakil ketua DPRD Mamuju, Alfais Muhammad.
Berikut adalah sejumlah tuntutan yang dilayangkan para pengemudi ojol saat unjukrasa di kantor DPRD Mamuju;
1. Kami Driver Kabupaten Mamuju meminta Perbaikan tarif, yang telah jauh berbeda dengan ketentuan tarif yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.
2. Pembatasan penerimaan driver yang dianggap perlu karena sangat berdampak pada penghasilan para driver.
3. Penetapan mengenai regulasi dan ketentuan-ketentuan yang berada di lingkup Kabupaten Mamuju mengenai transportasi online. Hal ini dianggap perlu mengingat pihak aplikator selama ini selalu menentukan tarif semau mereka sendiri tanpa mendengarkan pendapat dari para mitra driver.
4. Penghapusan tawar- menawar tarif (tarif beta) yang dianggap sangat tidak sesuai/tidak cocok dengan kondisi driver Mamuju dan penghapusan pengantaran orderan kolektif searah yang dianggap hanya menguntungkan pihak aplikator semata.
Dalam aksi unjukrasa tersebut terungkap masalah lainnya yang sempat membuat masa aksi merasa kecewa dengan pelayanan dari pihak sekretariat DPRD Mamuju yang dianggap lamban dalam menanggapi surat permintaan audiensi yang telah dilayangkan sejak 3 minggu lalu.
Sumber: Judistira
Editor: Redaksi


Komentar