Mamuju, Potretrakyat.com; – Kepala BKKBN Yogyakarta Andi Rita Mariani berkunjung ke kantor BKKBN Sulbar, Jumat (29/9/2023).
Kunjungannya tersebut selain bersilaturahmi sekaligus memberikan sharing program dalam penanganan stunting.
“Kita searing bagaimana penanganan stunting. Termasuk memaparkan desertasinya sebagai Doktor,” kata Dr Andi Rita
Menurutnya, dalam penanganan stunting perlunya kolaborasi secara menyeluruh pemangku kebijakan.
“Percepatan penanganannya tim di lapangan dan saya lihat sudah terbentuk semua baik di desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi,” ujarnya.
Tinggal menegmennya harus bagus agar bisa bergerak secara maksimal. Agar tujuan dibentuknya tim ini bisa tercapai.
“Ini kuncinya, karena di dalam ada satgas, pendampingan keluarga dan tim lainnya. Makanya harus perlu kolaborasi semua instansi di daerah,” paparnya.
Inilah perlu dipastikan secara bersama bahwa tim yang dibentuk betul-betul melakukan pendampingan.
“Setiap bulan diperiksa dan dipantau. Jika ini berjalan yakin dan percaya stunting bisa diatasi,” tandasnya.
Diketahui, dari hasil Survei 2022 Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, Sulbar merupakan provinsi dengan prevalensi balita stunting tertinggi kedua di Indonesia yakni sebesar 35 persen.
Sumber: Humas BKKbN Sulbar
Editor: Judistira


Komentar