Advertorial Daerah Mamuju News Pemerintahan
Beranda » Berita » Kukuhkan Kaper BKKbN, Pj. Gubernur Sulbar Targetkan Stunting Turun 11 Persen dan Masuk Zona Hijau tahun 2024

Kukuhkan Kaper BKKbN, Pj. Gubernur Sulbar Targetkan Stunting Turun 11 Persen dan Masuk Zona Hijau tahun 2024

Spread the love

Mamuju, Potretrakyat.com; – Setelah sempat menjadi Plt. Kepala perwakilan BKKbN Sulbar, Akhirnya Rezky Murwanto, S.Kom., MPH., resmi menjabat sebagai kepala perwakilan BKKbN Sulbar definitif. Rezky Murwanto resmi definitif setelah dilantik oleh Kepala BKKBN RI, Dr.(H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) di Audiotorium BKKBN, Jl.Permata No. 1, Halim Perdanakusuma Jakarta Timur pada Kamis, (29/2/2024) lalu.

 

Hari ini, Selasa, 26 Maret 2024, Pj. Gubernur Sulawesi Barat Prof. Zudan Arif Fakhrulloh melakukan pengukuhan Rezky Murwanto sebagai Kepala perwakilan di Kantor BKKBN Sulbar.

 

Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Kemenkumham Sulbar, perwakilan Polda Sulbar, Korem 142 Tatag, BPKP Sulbar, Lanal Mamuju, Kepala OPD Lingkup Sulbar, serta seluruh staf BKKbN Sulbar.

Penguatan Wawasan Kebangsaan, Polri–Masyarakat Bersinergi di Sulawesi Barat

 

Pj. Gubernur Sulbar, Prof. Zudan mengaku sudah mengenal Resky Murwanto dengan baik. Oleh sebab itu, usai pengukuhan Ia mengajak agar terus maju dan terus bergerak menurunkan angka prevalensi stunting di Sulbar.

“Kita sudah saling mengenal maka sekarang tinggal actionnya. Strateginya kita sudah punya, permasalahannya juga sudah ditangan kita, tinggal kita bersama-sama mengatasinya. Kita harus kompak bersama semua pihak dan berkolaborasi dengan koridornya masing-masing,” ujarnya.

 

Lewat Rakor, Pemkab Pasangkayu Matangkan Persiapan Hari Jadi ke-23 

Ia menargetkan tahun 2024, stunting di Sulbar harus keluar dari zona merah, yaitu di bawah 30 persen. Ia bertekad membawa stunting di Sulbar berada di zona hijau, dengan menurunkan 11 persen angka prevalensi stunting di Sulbar tahun 2024.

 

“Target Presiden Jokowi, penurunan angka stunting di Sulbar menjadi 14 persen tahun 2024. Tapi saya hitung-hitung belum mampu. Tapi target kita menurunkan angka stunting sebesar 11 persen menjadi 19 persen sehingga masuk zona hijau tahun 2024. Ini menjadi tantangan kita semua,” ujarnya.

 

Menurut Prof. Zudan jika Stunting tidak segera diatasi maka akan menjadi beban seumur hidup. Oleh sebab itu, ia mengajak semua kalangan untuk mendukung pengendalian kependudukan dan penurunan angka stunting di Sulbar sebesar 11 persen tahun 2024.

Capaian Polres Mamuju Tengah Ungkap Puluhan Kasus Narkoba, Belasan Tersangka Diamankan.

 

“Mari kita tuntaskan pekerjaan kita dengan saling mendukung untuk Sulbar maju terus,” tandasnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk (Bid. Dalduk) BKKbN RI, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto mengatakan, pengukuhan kepala BKKbN Sulbar merupakan suatu siklus dan manajemen untuk peningkatan kapasitas dan pengembangan karir pegawai.

 

Selain itu, lanjut Bonivasius, pengukuhan ini dilakukan sebagai bentuk kepercayaan Kepala BKKbN Pusat atas kemampuan dan potensi yang dimiliki setelah dinilai dari berbagai tahapan seleksi.

“Sebagai kepala BKKbN Sulbar hendaknya mulai secara bersama-sama dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memajukan program Bangga Kencana karena sinergi sangat penting sekali,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, sebelum Resky Murwanto dilantik sebagai Kepala BKKbN Sulbar definitif, terlebih dahulu dijadikan sebagai Plt (Pelaksana Tugas) dan disitu dilakukan pemantauan, ternyata setelah menjadi Plt., komunikasinya cukup bagus dengan Pj. Gubernur Sulbar serta Forkopimda Sulbar.

 

“Akhirnya setelah kita melakukan penilaian diputuskan bahwa Pak Resky memang layak menjadi perwakilan BKKbN di Sulbar. Ini terbukti dengan penurunan stunting di sulbar sebesar 4,7 persen tahun 2023,” tambahnya.

 

Bonivasius juga mengapresiasi Pj. Gubernur Sulbar Prof. Zudan Arif Fakhrulloh atas komitmen mendukung dan mensukseskan program Bangga kencana dan percepatan penurunan stunting di Sulbar.

“Yang jelas, kunci keberhasilan sebagai seorang kepala perwakilan itu harus berkolaborasi, berkoordinasi dan bersinergi. Terutama dengan Gubernur Sulbar, Bupati dan Walikota. Oleh sebab itu harus berkolaborasi, koordinasi dan bersinergi kepada semua pihak di Sulbar,” tandasnya.

 

Kepala BKKbN Sulbar Resky Murwanto sangat optimis prevalensi stunting di Sulbar bisa masuk ke zona hijau dan mencapai target penurunan stunting di Sulbar sebesar 11 persen menjadi 19 persen tahun 2024.

 

“Untuk mencapai hal tersebut, kami akan menitik beratkan untuk anak yang berkualitas. Salahsatunya dengan penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang dan juga KB pasca persalinan. Jadi kami sekarang segera menggencarkan kembali gerakan ketika ibu sudah melahirkan langsung menggunakan alat kontrasepsi agar dapat menyusui anaknya hingga usia 2 tahun sehingga menghasilkan anak berkualitas,” tutupnya.

 

Sumber: Judistira
Editor: Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *