Daerah Mamuju News Sosial
Beranda » Berita » LBH Mandar Yustisi Inisiasi Diskusi dan Bedah Film “Pesta Oligarki” bersama Mahasiswa

LBH Mandar Yustisi Inisiasi Diskusi dan Bedah Film “Pesta Oligarki” bersama Mahasiswa

Spread the love

Mamuju, Potretrakyat.com: – Lembaga bantuan hukum LBH Mandar Yustisi menginisiasi kegiatan diskusi dan bedah film berjudul “Pesta Oligarki” bersama mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. Jumat, (1/11/2024).

Kegiatan diskusi dan bedah film dokumenter berjudul “Pesta Oligarki” digelar di kantor sekretariat LBH Mandar Yustisi, Jalan Hertasing, Kelurahan Binanga, kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Kegiatan yang diinisiasi LBH Mandari Yustisi menengahkan pembicara dari unsur lembaga hukum dan organisasi mahasiswa yakni praktisi hukum Rustam Timbonga, SH., MH., unsur mahasiswa dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju, Refli Sakti Sanjaya dan direktur LBH Mandar Yustisi, Edi Maulana Naro, SH.

Selain itu juga dari LBH Citra Yustisia, Siola Law Education Organisasi Pemuda cabang Mamuju dan organda kabupaten Mamuju Tengah.

Dalam kegiatan ini Pemuda dan mahasiswa dari berbagai Universitas serta elemen kemahasiswaan di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah membahas makna film pesta oligarki dan kaitannya di era politik tanah air saat ini.

Pemilihan Pengurus Forum Anak Sulbar 2026–2028, Sekda Tekankan Peran Anak sebagai Subjek Pembangunan

Direktur LBH Mandar Yustisi, Edi Maulana Naro, SH di sela kegiatan ini menjelaskan pihaknya menggelar diskusi dan bedah film dokumenter “Pesta Oligarki” karya sutradara Ari Trismana, sebagai refleksi tajam terhadap realitas politik di Indonesia saat ini.

Menurutnya hal ini memberikan gambaran yang kuat mengenai tantangan demokrasi di Indonesia saat ini dan masa yang akan datang.

Dokumenter ini juga memperjelas berbagai konflik Agraria yang melibatkan masyarakat kecil seperti petani yang berjuang melawan kebijakan yang tidak adil.

Edi Maulana Naro mengharapkan kegiatan ini semakin menggugah Pemuda dan mahasiswa terkhusus di Kabupaten Mamuju dan Provinsi Sulawesi Barat secara umum untuk berpikir kritis dan tidak berhenti memperjuangkan hak dan kepentingan rakyat kecil.

Secara khusus Maulana Maro mengajak intelektual muda untuk merenung lebih dalam tentang oligarki dalam sistem pemerintahan.

Menuju Konektivitas Lebih Baik, Jembatan Perintis Garuda Tahap II Tunjukkan Progres Positif

Masyarakat, utamanya generasi muda lebih kritis menyikapi politik dewasa ini dengan suasana diskusi yang santai namun penuh substantif, diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menilai dan mengkritisi praktek oligarki di Indonesia serta tantangan yang dihadapi demokrasi di era modern ini.

Sumber: Rez
Editor: Judistira

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *