Pasangkayu, Potretrakyat.com-Rapat lanjutan pembahasan Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pasangkayu Tahun 2023 di ruang Aspirasi DPRD Pasangkayu, berlangsung panas.Kamis (25/4) siang.
Wakil Ketua DPRD, Arpandi Yaumil, geram dengan minimnya perhatian OPD dalam penyusunan LKPJ yang diwarnai banyak kekeliruan dan terkesan asal-asalan.

“Saya geram dengan minimnya perhatian OPD dalam menyusun LKPJ ini. Banyak kekeliruan dan terkesan dibuat asal-asalan. Ini tidak boleh terjadi. LKPJ ini tanggung jawab bersama, termasuk lembaga DPRD,” tegas Arpandi.
Kekecewaan Arpandi semakin menjadi-jadi saat mengetahui adanya bangunan pendidikan diduga sudah selesai dibangun namun tidak dibayarkan. Hal ini dikhawatirkan akan merembet ke masalah lain dan berakibat fatal.

“Ada bangunan sekolah yang sudah selesai tapi tidak dibayarkan. Ini kan tidak boleh. Persoalan ini harus segera diselesaikan agar tidak merembet ke instansi lain,” tegasnya.
Kritik pedas juga dilontarkan para anggota DPRD yang dinilai LKPJ tidak akurat dan terkesan melakukan copy-paste. Laporan yang dibuat pun penuh dengan hal-hal yang bagus di atas kertas, namun faktanya di lapangan banyak persoalan.
Arpandi berharap program-program Bupati Pasangkayu dapat berjalan dengan baik sesuai visi dan misinya. Untuk itu, diperlukan sinergi dan komitmen bersama dari semua pihak, termasuk OPD dan DPRD.
“Kita semua harus bekerja sama untuk mewujudkan visi dan misi Bupati. LKPJ ini harus menjadi acuan untuk perbaikan di masa depan,” pungkasnya.
Sementara itu Asisten 1 pemerintahan memberi tanggapan adanya dugaan proyek di dinas pendidikan yang tidak dibayarkan tersebut.
Menurut Yunus Alsam kenapa dikatakan di dalam LKPJ tidak ada masalah namun ternyata banyak kesalahan, ini berarti dalam LKPJ tidak memberikan catatan. Dan persoalan ini akan disampaikan kepada dinas pendidikan untuk mendapatkan klarifikasi.
Sumber: Dar
Editor:Yudistira


Komentar