Daerah Mamuju News TNI/Polri
Beranda » Berita » Tausyah di Masjid Baitul Anwar, Irjen Pol (Purn) Baharuddin Djafar: Sempurnakan Takut kepada Allah, Bukan kepada Makhluk

Tausyah di Masjid Baitul Anwar, Irjen Pol (Purn) Baharuddin Djafar: Sempurnakan Takut kepada Allah, Bukan kepada Makhluk

Spread the love

Mamuju, Potretrakyat.com; – Suasana khusyuk mewarnai Masjid Baitul Anwar, Kompleks Gubernur Sulawesi Barat, saat umat Islam melaksanakan salat Duhur berjamaah, Kamis (21/8). Usai salat, mantan Kapolda Sulbar dan Maluku, Irjen Pol (Purn) Baharuddin Djafar, menyampaikan tausiah penuh makna yang mengajak jamaah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam dakwah singkatnya, Baharuddin menekankan bahwa kesempurnaan diri seorang muslim terletak pada kesempurnaan rasa takutnya kepada Allah, bukan kepada sesama makhluk.
“Kalau mau sempurna diri kita maka sempurnakanlah takutmu kepada Allah, bukan kepada makhluk,” ujarnya.

Ia mengingatkan, segala jabatan, harta, dan apa pun yang dimiliki manusia di dunia ini hanyalah titipan sementara. Jika Allah berkehendak, semua itu dapat hilang dalam sekejap.

“Jangan pernah menjadikan jabatan sebagai sesuatu yang diagungkan. Jabatan, harta, dan kedudukan tidak ada artinya jika kita tidak mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, jenderal purnawirawan yang kini aktif berdakwah tersebut juga berpesan agar umat Islam tetap berpegang teguh pada agama. Menurutnya, agama harus dijunjung tinggi, sementara urusan dunia cukup dijinjing.

Wakil Gubernur Sulbar Salim S. Mengga Tutup Usia, Pemprov Sulbar Kehilangan Tauladan Birokrasi 

“Pegang agama dengan kokoh, junjunglah agama. Dunia ini dijinjing saja, jangan dibalik, jangan agama dijinjing sementara jabatan yang dijunjung,” pesannya penuh penekanan.

Baharuddin juga mengingatkan pentingnya memakmurkan rumah ibadah sebagai kunci kemakmuran suatu daerah.

“Kalau kita ingin melihat daerah ini makmur, maka makmurkanlah masjid,” tegasnya.

Di akhir tausiah, ia kembali menegaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Karena itu, setiap insan sebaiknya menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan iman, amal, dan persaudaraan.

“Dunia ini sementara, maka jangan sampai kita terlena. Bekal yang sebenarnya ada di akhirat,” tutup Baharuddin dengan penuh kehangatan.

Sosok Teladan Itu Telah Pergi: Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga, Meninggal Dunia

Sumber: Rilis
Editor: Judistira

Tausyah di Masjid Baitul Anwar, Irjen Pol (Purn) Baharuddin Djafar: Sempurnakan Takut kepada Allah, Bukan kepada Makhluk

Mamuju, Potretrakyat.com; – Suasana khusyuk mewarnai Masjid Baitul Anwar, Kompleks Gubernur Sulawesi Barat, saat umat Islam melaksanakan salat Duhur berjamaah, Kamis (21/8). Usai salat, mantan Kapolda Sulbar dan Maluku, Irjen Pol (Purn) Baharuddin Djafar, menyampaikan tausiah penuh makna yang mengajak jamaah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam dakwah singkatnya, Baharuddin menekankan bahwa kesempurnaan diri seorang muslim terletak pada kesempurnaan rasa takutnya kepada Allah, bukan kepada sesama makhluk.
“Kalau mau sempurna diri kita maka sempurnakanlah takutmu kepada Allah, bukan kepada makhluk,” ujarnya.

Ia mengingatkan, segala jabatan, harta, dan apa pun yang dimiliki manusia di dunia ini hanyalah titipan sementara. Jika Allah berkehendak, semua itu dapat hilang dalam sekejap.

Kolaborasi Strategis: Dinas PUPR Sulbar Gandeng LPPM Unhas Sempurnakan Rencana Induk Air Minum 2025

“Jangan pernah menjadikan jabatan sebagai sesuatu yang diagungkan. Jabatan, harta, dan kedudukan tidak ada artinya jika kita tidak mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, jenderal purnawirawan yang kini aktif berdakwah tersebut juga berpesan agar umat Islam tetap berpegang teguh pada agama. Menurutnya, agama harus dijunjung tinggi, sementara urusan dunia cukup dijinjing.

“Pegang agama dengan kokoh, junjunglah agama. Dunia ini dijinjing saja, jangan dibalik, jangan agama dijinjing sementara jabatan yang dijunjung,” pesannya penuh penekanan.

Baharuddin juga mengingatkan pentingnya memakmurkan rumah ibadah sebagai kunci kemakmuran suatu daerah.

“Kalau kita ingin melihat daerah ini makmur, maka makmurkanlah masjid,” tegasnya.

Di akhir tausiah, ia kembali menegaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Karena itu, setiap insan sebaiknya menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan iman, amal, dan persaudaraan.

“Dunia ini sementara, maka jangan sampai kita terlena. Bekal yang sebenarnya ada di akhirat,” tutup Baharuddin dengan penuh kehangatan.

Sumber: Rilis
Editor: Judistira

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *