Mamuju, Potretrakyat.com; – Sebagai upaya mewujudkan “Zero to Accident” dalam pelayaran, kantor unit penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas III Mamuju melakukan sosialisasi keselamatan pelayaran kapal niaga dan nelayan.
Untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran, dibutuhkan peran semua pihak yakni pemerintah sebagai regulator, pengusaha sebagai operator, serta masyarakat sebagai pengguna jasa, sebab Tak jarang penyebab kecelakaan pelayaran adalah karena kelalaian manusia yang sering melakukan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.
Kepala Kantor UPP kelas III Mamuju, Mahmuddin mengatakan, dari data Ditjen. Perhubungan laut menyebutkan bahwa 80% kecelakaan laut disebabkan kelalaian manusia.
“Hal itu karena sering terjadi pihak regulator, operator dan pengguna jasa cenderung memaksakan diri dan melanggar aturan, ” Katanya.
Mahmuddin mencontohkan kejadian yang belum lama terjadi di perairan Mamuju, dimana sekelompok masyarakat dengan menggunakan perahu nelayan, menyeberangi lautan pada saat kondisi cuaca dan laut sedang tidak baik.
“Itu karena kapal yang digunakan adalah kapal yang tidak sesuai peruntukkannya,” Ungkap Putra asal Balanipa, Polman itu.
Ia berharap dengan sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran semua pihak untuk lebih mengutamakan keselamatan dan keamanan pelayaran.
Kepala Kantor UPP kelas III Mamuju, Mahmudin juga menguraikan terkait tiga jenis kesyahbandaran yang ada di Sulbar. Ketiga jenis kesyahbandaran yang dimaksud adalah Syahbandar Perikanan, Syahbandar Perhubungan laut serta PPTD, dimana ketiganya juga memiliki tupoksi yang berbeda.

Dalam kesempatan yang sama pula, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat Maddareski Salatin menyampaikan apresiasi serta dukungannya terhadap kegiatan yang dilaksanakan itu.
“Melalui sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam kepada masyarakat dan pemerintah, terkait pentingnya keamanan dan keselamatan dalam pelayaran, ” Ucap Kadishub. Provinsi Sulawesi barat itu.
Usai sosialisasi, kepala UPP kelas III Mamuju menyerahkan secara simbolis life jacket (rompi penyelamatan) dan E-Pas kecil kepada beberapa kelompok nelayan yang ada di Mamuju.
Sumber: Judistira
Editor: Redaksi


Komentar