Advertorial Daerah Pasangkayu
Beranda » Berita » Bupati Yaumil Launching Inovasi Pemecah Ombak

Bupati Yaumil Launching Inovasi Pemecah Ombak

Spread the love

Pasangkayu, Potertrakyat.com- Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pasangkayu pembuatan inovasi pemecah ombak kubus beton. inovasi telah di launching Bupati Yaumil Ambo Djiwa yang berfungsi untuk mencegah abrasi pantai.

Terobosan berupa inovasi kubus beton pemecah ombak murni idenya datang dari Kepala Dinas DKP Pasangkayu, Kartini.

“Latar belakang program vovasanggayu wanuakku atau sistem perlindungan pesisir laut terintegrasi ini berawal dari proyek perubahan DKP Pasangkayu” Katanya. Senin (29/1/2024) siang

Menurutnya, kubus beton ini berfungsi untuk pemecah ombak akan dipasang di pesisir pantai. Dijelaskan Kartini ide ini tidak langsung ditemukan, tetapi melalui pendidikan di Surabaya selama empat bulan kemudian memutuskan program pemecah ombak ini diimplementasikan.

“Panjang pesisir Pantai Pasangkayu 150 kilometer ini 70 persen berpotensi mengalami abrasi. Oleh karena itu, pembangun kerja sama dengan perusahaan sawit dan tambak udang”Katanya

Pemilihan Pengurus Forum Anak Sulbar 2026–2028, Sekda Tekankan Peran Anak sebagai Subjek Pembangunan

Yang dimana pembuatan awal ini mencetak delapan ratus kubus beton untuk dipasang di wilayah pesisir pantai Desa Sarasa, dan dua titik lainnya. Sehingga mangrove yang selama ini ditanam sering mati bisa bertahan hidup dengan pemecah ombak tersebut.

Sementara itu, Bupati Yaumil Ambo Djiwa mengapresiasi program Vovasanggayu Wanuakku ini sebagai pemecah ombak pesisir pantai. Disebutnya, inovasi ini sangat baik dan kepada perusahaan yang turut membantu melalui dana CSR.

“Selaku pemerintah saya sampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh perusahaan Sawit dan tambak undang yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini” Ucap Yaumil Ambo Djiwa.

Menurutnya, semoga kedepan ini bisa terus dikembangkan dan lebih baik lagi. Bupati Yaumil juga menyebutkan telah mengusulkan pesisir menjadi skala prioritas untuk segera diatasi abrasi pantainya.

Menuju Konektivitas Lebih Baik, Jembatan Perintis Garuda Tahap II Tunjukkan Progres Positif

Diharapkan agar pelaku usaha lebih kompak lagi dalam memberikan CSR nya. Sebab CSR merupakan tanggung jawab sosial perusahaan untuk mengatasi permasalahan sosial dan lingkungan sekitar.

Diketahui dari 15 perusahan sawit dan tambak udang beroperasi di Kabupaten Pasangkayu terdapat dua perusahaan tambak udang tidak ikut berpartisipasi yakni tambak udang 12 Pangiang dan tambak di batu oge belum beroperasi.

Sumber: DRM

Editor: Yudistira

Gubernur Sulbar Dorong Event “Bulan Mamase” Masuk KEN, Soroti Potensi Budaya dan UMKM

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *