Advertorial Daerah News Pasangkayu Pemerintahan
Beranda » Berita » Stunting Masih Tinggi, Wabup Herny: Pernikahan Anak Jadi Penyebab

Stunting Masih Tinggi, Wabup Herny: Pernikahan Anak Jadi Penyebab

Spread the love

Pasangkayu, Potretrakyat.com – Tingkat partisipasi masyarakat di Pasangkayu untuk datang ke Posyandu masih rendah, di bawah 50%. Hal ini menjadi salah satu faktor utama tingginya angka stunting di wilayah tersebut.

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pasangkayu, Hj. Herny Agus, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi ini dalam rapat koordinasi yang digelar pada Senin (13/05/24).

Rapat tersebut bertujuan untuk menindaklanjuti rekomendasi dari pemetaan dan analisis situasi stunting dalam rangka pelaksanaan Aksi II konvergensi stunting penyusunan rencana kegiatan Tahun 2024.

“Diperlukan beragam inovasi maupun tambahan program kerja untuk mendongkrak partisipasi masyarakat datang ke Posyandu,” ujar Herny.

Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya partisipasi masyarakat adalah kurangnya petugas gizi di Posyandu.

Ketua DPRD Pimpin Rapat Paripurna Penyerahan LKPj 2025 

Oleh karena itu, Herny meminta agar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dapat menambah jumlah petugas gizi di Posyandu.

Selain itu, Herny juga menyoroti tingginya angka pernikahan anak di Pasangkayu, yang menjadi penyumbang terbesar tingginya angka stunting.

Ia pun meminta pihak pengadilan agama, OPD terkait, dan pemerintah desa untuk mengantisipasi hal tersebut dengan menekankan aturan tentang pernikahan usia anak.

“Saya harap kedepan kolaborasi harus ditingkatkan agar kabupaten Pasangkayu mampu memenuhi standar nasional, minimal terendah stuntingnya di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar),” harap Herny.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KBP3A) Pasangkayu, Suri Fitriah, menekankan pentingnya sinergitas dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mencapai target penurunan stunting.

Bupati Arsal Siapkan Perbup, Perusahaan Sawit Wajib Berkontribusi Perbaikan Jalan

“Beragam inovasi harus terus dilakukan dan tidak melaksanakan program untuk sekedar menggugurkan kewajiban serta tetap fokus pada hasil/capaian,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *