Daerah Mamuju News Politik
Beranda » Berita » Mamuju Sedang Tidak Baik-baik Saja

Mamuju Sedang Tidak Baik-baik Saja

Spread the love

Mamuju, Potretrakyat.com; – Saat ini Mamuju sedang tidak baik- baik saja. Demokrasi tercabik- cabik oleh keserakahan pemimpin yang tidak rela lengser begitu saja hingga menciptakan tahta Dinasty. Dengan berbagai cara hingga menabrak dan melabrak Undang-Undang pun tidak masalah. Sikap kesatria seorang pemimpin sudah tidak ada, seperti biasa jika Rakyat bergerak, ia lari menghindar jauh-jauh tak peduli suara tuntutan dari Rakyat.

Menurut ketua LSM LP. KPK Komcab. Mamuju, Eliasib mengatakan, Kebohongan seakan sudah bukan hal yang tabu lagi, tapi semua di lakukan oleh penguasa secara instan terus menerus seakan Rakyat percaya, padahal semua tahu akan kebohongan itu dan kegagalan itu nampak terlihat.

Penguasa oligarky yang semakin rakus akan kekuasaannya sudah tidak peduli lagi pada Rakyat.
Bencana yang datang di awal kepemimpinannya tidak dijadikan sebagai sebuah pembelajaran untuk menyadari diri akan kerakusan dan kepongahannya.
Bantuan yang seharusnya dinikmati oleh semua warga yang terdampak gempa hanyalah sebuah janji dan isapan jempol belaka dan perlahan hilang ditelan waktu.

“Mamuju dalam darurat demokrasi, karena saat ini mereka datang kembali mengancam kehancuran demokrasi dengan membuat kegaduhan politik, yang ditandai dengan terjadinya dekadensi moral dan degradasi etika politik di kalangan pemimpin elit dan politisi,” Katanya. Minggu, (29/9/2024).

“Undang-undang diinjak-injak, peraturan dan hukum dikangkangi,” Lanjut Eliasib.

DPRD Pasangkayu Geram, Perusahaan Mangkir dari Rapat Penyelesaian Konflik Lahan

“Setiap hari kami disuguhi kebohongan, namun mereka tidak perduli lagi dengan semua kebohongan mereka, karena ambisi kekuasaan tampaknya telah menerpa mereka secara permanen sehingga budaya malu tidak lagi bersemayam di badan mereka, ” Urai Ketua LP. KPK Komcab. Mamuju itu.

“Sudah saatnya Rakyat Mamuju sadar, kita sudah lelah dengan semua kebohongan dan sandiwara yang mereka pentaskan. Kami Rakyat mamuju sudah muak dengan segala kekacauan yang kalian lakukan
Hati kami sesak menahan sakit dan derita. Membuat kami ingin muntah melihat segala kemunafikan kalian, ” Tegasnya.

Senada dengan itu, juru bicara komunitas Maboka, Robert Steven SH, mengungkapkan, Mamuju butuh pemimpin yang punya hati nurani untuk Daerah ini
Punya cinta untuk rakyat Mamuju
Punya empati terhadap yang lemah Punya visi terhadap masa depan Daerah Punya semangat untuk membangkitkan rakyat
Punya harga diri terhadap nasib Warga Mamuju Punya pribadi yang tegas dan kuat.

“Kami juga butuh pemimpin yang tidak tertawa di atas kesedihan rakyat, Tidak serakah di atas kekayaan Daerah, Tidak diam terhadap kemiskinan dan kemalaratan warganya,” Ucap Steven.

“Kami sungguh butuh pemimpin yang tidak membodohi rakyat
Kami butuh pemimpin yang Lahir dari Rakyat, bukan yang Lahir dari penguasa ataupun anak penguasa, karna kami yakin pemimpin seperti itu lebih memahami penderitaan Rakyat dan lebih mengerti apa keinginan Rakyat,” Imbuhnya.

Gubernur Sulbar Dorong Event “Bulan Mamase” Masuk KEN, Soroti Potensi Budaya dan UMKM

“Kami menginginkan sosok pemimpin yang memiliki keteladanan yang menjunjung tinggi etika, moral dan kejujuran. Bukan bahagia di atas penderitaan Rakyat dengan kebohongannya yang membuat terminologi kejujuran dan kebenaran menjadi barang mahal dan langka di Daerah ini,” Ungkapnya kepada media ini.

“Kami yakin dan percaya akan dapat mewujudkan semua ini, karena Calon Pemimpin Kami ADO – DAMRIS adalah putra Daerah yang Lahir dari Rahim Rakyat kecil. Kami yakin dan Percaya bahwa ADO – DAMRIS adalah sosok Ksatria yang akan memperjuangkan Rakyat Mamuju,” Tutup jubir Maboka itu.

 

Sumber: Rilis

Penguatan Posyandu Era Baru, Ketua TP PKK Sulbar Dorong Integrasi Enam Layanan Dasar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *