Advertorial Maluku Nasional News Pemerintahan
Beranda » Berita » Gandeng Dodoku Dive Center, KemenkumHAM Malut Peduli Lingkungan dengan Transplantasi Terumbu Karang

Gandeng Dodoku Dive Center, KemenkumHAM Malut Peduli Lingkungan dengan Transplantasi Terumbu Karang

Spread the love

 

Ternate (Maluku Utara), Potretrakyat.com; — Kakanwil Kemenkumham Malut Ignatius Purwanto menunjukan kepeduliannya dalam menjaga ekosistem dan kelestarian lingkungan melalui transplantasi terumbu karang, bertempat di Pantai Jiko Malamo Ternate, Sabtu (10/8).

 

Dalam pelaksanan kegiatan Kakanwil Kemenkumham Malut Purwanto didampingi Kadiv Keimigrasian Ian F. Markos, Kadiv Administrasi Slamet Pramoedji, Kadiv Yankumham Aisyah Lailiyah, Kadiv Pemasyarakatan Hensah, para Kepala UPT, pejabat administrasi kanwil dan UPT.

 

PT TSL Bantu Pembangunan Masjid di Desa Ako

Purwanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN Kemenkumham Malut yang telah berpartisipasi dalam kegiatan transpalansi terumbu karang.

 

Transplantasi karang, ungkap Purwanto, adalah salah satu upaya kegiatan rehabilitasi terumbu karang melalui propagasi karang/pemotongan karang indukan.

 

“Rehabilitasi terumbu karang dilakukan melalui ditanam ditempat lain yang mengalami kerusakan atau menciptakan habitat baru pada lahan yang kosong dalam mendukung ekosistem lautan,” ujar Purwanto.

HUT ke-23 Pasangkayu, Suhardi Duka Tekankan Optimisme di Tengah Tantangan Global

 

Momen ini juga merupakan salah satu upaya Kemenkumham dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, di mana ketahanan sosial budaya dan ekologi relevan dengan tema peringatan Hari Pengayoman 2024 yaitu “Mengabdi untuk Negeri Menuju Indonesia Emas 2045”.

 

Ketua Dodoku Dive Center, Dedi Abdullah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kakanwil Purwanto dan jajaran atas dukungannya dalam konservasi laut dan meningkatkan kesadaran pelestarian dan perlindungan lingkungan.

 

Satpol PP Sulbar Tertibkan Pedagang Musiman dan Parkir di Kawasan Arteri hingga Pantai Manakarra Mamuju

“Terima kasih kami sampaikan atas dukungan Pak Kakanwil dan jajaran atas kegiatan transpalansi terumbu karang yang dirangkai dengan pelepasan tukik atau anak penyu ini,” ujar Dedi.

 

Dedi menyebutkan bahwa lokasi Jiko Malamo memiliki risiko yang mengganggu ekosistem laut. Hal itu terjadi karena masih dulu tempat tersebut dijadikan lokus pengeboman ikan, lalu lintas transportasi laut yang berisiko merusak karang, dan belum ada penanda titik lokasi perlindungan karang.

 

“Olehnya itu, transpalansi terumbu karang ini diharapkan dapat menghidupkan ekosistem laut yang bermanfaat bagi keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.

 

 

Sumber: Humas KemrnkumHAM Malut

Editor: Judistira

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *