Advertorial Daerah News Pasangkayu Pemerintahan Politik
Beranda » Berita » Jambatan Nyaris Ambruk, Komisi III Angkat Bicara

Jambatan Nyaris Ambruk, Komisi III Angkat Bicara

Spread the love

Pasangkayu, Potretrakyat.com-Jembatan di Polewali yang merupakan jalan provinsi yang menghubungkan antar desa di Bambalamotu pelabuhan dan Pasangkayu retak dan nyaris ambruk Desa Polewali. Hal ini membuat warga merasa khawatir saat melintas.

Untuk mengantisipasi kemungkinan, warga memasangi papan bicara, agar kendaraan bermuatan berat lebih berhati hati ketika melintas di jembatan utama itu.

Terkait hal ini, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Pasangkayu, Komisi III membidangi pembangunan angkat bicara terkait jembatan rawan rubuh dan bahayakan pengendara, di Dusun Kayumaloa, Desa Polewali, Kecamatan Bambalamotu, Pasangkayu Sulawesi Barat (Sulbar).

“Jembatan penghubung antar dusun itu, memang sudah menjadi keluhan warga di sana karena rawan rubuh,” Ujar Amries, Kamis (23/1/2025).

Amries mengatakan, saat reses bulan lalu, dia sudah melihat kondisi jembatan tersebut

Wakil Gubernur Sulbar Salim S. Mengga Tutup Usia, Pemprov Sulbar Kehilangan Tauladan Birokrasi 

Menurutnya Politisi Nasdem itu, jembatan memang sudah tidak layak dilewati.

“Setelah kami bahas dengan dinas PU Pasangkayu, ternyata jembatan tersebut tidak masuk dalam jalan kabupaten, melainkan jalan provinsi,” tambahnya.

Kepala Dinas PU Pasangkayu juga telah melakukan koordinasi dengan dinas PU Provinsi, agar jembatan itu segera dibenahu tahun ini.

Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses bagi warga, maupun wisatawan yang tiap Minggu berkunjung ke wisata Pantai Koa-koa

Bila rubuh, ditakutkan warga di sana tidak lagi memiliki akses menuju ke jalan poros.

Sosok Teladan Itu Telah Pergi: Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga, Meninggal Dunia

Meski ada jalur alternatif, namun kondisi jembatan di jalan itu juga sangat memprihatinkan, dan tidak bisa dilewati kendaraan.

Anggota DPRD Pasangkayu dari partai Gerindra itu juga mengatakan, sudah menyarankan kepada warga agar memasang papan peringatan jembatan rawan rubuh di lokasi, kendaraan muatan berat.

“Tapi masih tetap dilalui kendaraan berat, karena hanya itu jalan satu-satunya,” pungkas Amries.

Diberitakan sebelumnya, oprit jembatan tersebut terlepas dari badan jembatan.

Selain itu, kondisi jembatan yang sempit menyebabkan kendaraan yang lewat harus bergantian untuk melintas ketika berpapasan.

Kolaborasi Strategis: Dinas PUPR Sulbar Gandeng LPPM Unhas Sempurnakan Rencana Induk Air Minum 2025

Kondisi ini dikhawatirkan oleh warga sekitar, karena diperparah dengan kondisi aspal di jembatan itu yang nampak retak-retak.

Menurut warga, penyebab jembatan itu rusak akibat sering dilewati kendaraan muatan berat.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *