Daerah News Pasangkayu Perusahaan
Beranda » Berita » PT Pasangkayu dan GAPKI Dorong Serapan Lulusan SMK di Industri Sawit

PT Pasangkayu dan GAPKI Dorong Serapan Lulusan SMK di Industri Sawit

Spread the love

PASANGKAYU,potretrakyat.com – PT Astra Agro Lestari melalui anak usahanya PT Pasangkayu bersama GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Sulawesi mendorong industri kelapa sawit sebagai solusi penyerapan tenaga kerja lulusan SMK melalui program ‘Sobat Sawit Goes to School’ di SMK Negeri 1 Pasangkayu, Senin (4/5/2026).

 

Kepala SMK Negeri 1 Pasangkayu, Achmad, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di lingkungan sekolahnya, dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan industri, khususnya sektor kelapa sawit.

 

“Kami bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana. Sebagai institusi vokasi, kami menyadari keberadaan dunia usaha dan dunia industri sangat penting untuk kemajuan pendidikan, khususnya di sekolah kami,” paparnya.

Polisi dan Warga Gotong Royong Bangun Pondasi Rumah di Kakullasan

 

Menurutnya, SMK Negeri 1 Pasangkayu merupakan sekolah pertama di Kabupaten Pasangkayu membuka jurusan pertanian. Saat ini, kami juga telah memiliki sekitar 30 pohon kelapa sawit yang ditanam di lingkungan sekolah sebagai sarana praktik siswa.

 

Ia menambahkan, kegiatan Sobat Sawit yang digelar di sekolahnya merupakan kali kedua dilaksanakan di Indonesia setelah sebelumnya digelar di Kalimantan.

 

Ungkap 3 Titik Lokasi Tambang Emas Illegal di Kalumpang Polrrsta Mamuju Sita 3 Alat Berat dan 12 Mesin

“Kami bersyukur diberi kesempatan menjadi tuan rumah. Diharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi jembatan link and match antara pendidikan dengan dunia usaha dan industri,” kata Ahmad.

 

Sementara Ketua GAPKI Sulawesi, Donny Yoga, menegaskan bahwa sektor kelapa sawit memiliki rantai pekerjaan yang luas dan beragam.

 

Selain kegiatan budidaya, kata Donny, terdapat banyak peluang kerja lain seperti transportasi, pengolahan di pabrik, hingga bidang administrasi.

Syukur ST Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua IJS Polman Periode 2026 – 2029

 

“Saya tadi sempat bertanya, ada siswa yang sudah memiliki kebun sawit, bahkan hingga puluhan. Ini menunjukkan potensi yang besar. Industri sawit tidak hanya soal tanam dan panen, tetapi juga membuka banyak peluang kerja sesuai dengan bidang keahlian,” katanya.

 

Dirinya juga mendorong para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar mampu bersaing di dunia kerja.

 

“Kalau bisa, lanjutkan pendidikan minimal sampai S1 agar bisa bersaing tidak hanya di Pasangkayu, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia,” pesannya.

 

Menurutnya, industri kelapa sawit merupakan salah satu tulang punggung perekonomian nasional dengan cakupan luas di berbagai wilayah.

 

“Tentunya pemahaman sejak dini dinilai penting agar generasi muda siap terjun dan mengambil peran di sektor tersebut,” tutur Donny.

 

Manajemen PT Pasangkayu, I Made Ari, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan.

 

“Kami ingin membangun keterhubungan yang kuat antara sekolah dan industri, sehingga siswa tidak hanya mendapatkan teori di kelas, tetapi juga memahami kebutuhan nyata di lapangan,” katanya.

 

Lanjut Ari, sinergi antara dunia usaha dan pendidikan vokasi menjadi kunci dalam menciptakan lulusan yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri.

 

“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan siswa tentang luasnya peluang di industri sawit serta mendorong kesiapan mereka untuk terjun ke dunia kerja,” tambahnya.

 

Sementara Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa, menyampaikan bahwa kegiatan Sobat Sawit Goes to School ini menjadi bagian dari upaya edukasi dan sosialisasi industri kelapa sawit kepada generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMK.

 

“Jadi kegiatan ini penting untuk memberi pemahaman yang benar mengenai sektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu penopang perekonomian daerah,” paparnya.

 

Bupati juga mendorong para pelajar untuk membuka wawasan serta melihat potensi besar yang dimiliki industri sawit, baik dari sisi ekonomi maupun peluang kerja ke depan.

 

“Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu memberikan edukasi positif sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pengelolaan sawit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” imbuhnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *