Mamuju Tengah
Beranda » Berita » Krisis Pakan 50 Buaya di Mamuju Tengah, Baru Perusahaan Ini yang Merespons Surat Bupati untuk Bantu

Krisis Pakan 50 Buaya di Mamuju Tengah, Baru Perusahaan Ini yang Merespons Surat Bupati untuk Bantu

Spread the love

MAMUJU TENGAH, potretrakyat.com -Penangkaran buaya di Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, masih keteteran memenuhi kebutuhan pakan untuk puluhan satwa yang ditampung.

Hingga saat ini, baru satu perusahaan yang merespons imbauan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah untuk mengulurkan bantuan.

Pengelola penangkaran buaya Desa Babana, Zakaria, mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 50 ekor buaya yang menghuni fasilitas tersebut. Jumlah populasinya yang besar membuat pasokan pakan menjadi kendala utama harian.

“Alhamdulillah, menindaklanjuti arahan Bupati, sudah ada perusahaan yang menyumbang. Tapi ya, baru PT Astra saja,” kata Zakaria, Jumat (24/7/2026)

Zakaria menjelaskan, Pemkab Mamuju Tengah sebenarnya telah memanggil sekaligus menyurati sejumlah perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Mateng.

Arsal Aras Ukir Sejarah, Jadi Tokoh Pertama Mamuju Tengah Raih Lencana Melati Kwarnas

Langkah ini diambil guna menggalang partisipasi kepedulian terhadap kelestarian satwa di penangkaran tersebut.

Namun, respons dari dunia usaha di kawasan tersebut dinilai masih sangat minim.

“Kabarnya sudah disurati sama Pak Bupati, tapi hingga saat ini belum ada konfirmasi atau tindak lanjut dari beberapa perusahaan tersebut,” ujar Zakaria menegaskan.

Mengenai bantuan yang telah diterima, Zakaria mengapresiasi PT Astra yang menyalurkan kepeduliannya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang lingkungan.

Bantuan tersebut disalurkan secara berkala berupa dana operasional pembelian pakan sebesar Rp 3 juta setiap tiga bulan sekali.

Tak Lagi Manual, 33 Desa di Mamuju Tengah Mulai Digitalisasi Data Rumah Tak Layak Huni

“Sudah datang membawa bantuan pakan sebesar Rp 3 juta, dan penyerahannya dilakukan per tiga bulan,” tutur Zakaria.

Ia berharap perusahaan-perusahaan lain yang beroperasi di Mamuju Tengah dapat segera menyusul untuk memberikan kontribusi nyata.

Pasalnya, dukungan pakan yang memadai sangat krusial agar keberlanjutan pemeliharaan puluhan reptil tersebut tetap terjaga dan tidak memicu masalah baru.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *