Mamuju, Potretrakyat com; — Pertumbuhan ekonomi Sulbar pada triwulan pertama tahun 2026 tercatat 5,33 persen. Angka ini disebut lebih rendah dibandingkan triwulan IV tahun 2025 sebesar 6,54 persen.
Melalui kegiatan SIPAKADA MEDIA, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Sulbar mengungkap sejumlah faktor mengapa pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun ini lebih rendah dari tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan ekonomi Sulbar triwulan pertama tahun 2026 masih stabil di atas 5 persen tapi memang ada penurunan dibanding triwulan IV tahun 2025,” ungkap Kepala KPWBI Sulbar, Eka Putra Budi Nugroho di Mamuju. Jumat, (8/5/2026).
Dari sisi lapangan usaha, ia merinci ada empat sektor berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Sulbar.
Pertama ialah sektor pertanian. Perlambatan pertumbuhan subsektor perkebunan seperti TBS sawit akibat replanting, penurunan produksi komoditas kakao, serta kontraksi subsektor perikanan seiring kurangnya produksi akibat cuaca buruk di awal tahun, utamanya bulan Januari-Februari.
Namun begitu, program replanting sawit disebut paling berpengaruh dari sisi pertanian.
Sektor berikutnya yaitu industri pengolahan. Produksi CPO dan produk turunannya mengalami perlambatan.
Selanjutnya adalah lapangan usaha perdagangan, dan lapangan usaha administrasi pemerintahan.
Selain itu, BI juga mengungkap faktor lain seperti sisi pengeluaran ekspor, konsumsi rumah tangga, dan konsumsi pemerintahan.


Komentar