Potretrakyat.com – Upaya memperkuat fondasi data ekonomi terus dilakukan pemerintah daerah. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, menerima kunjungan Badan Pusat Statistik (BPS) Mamuju Tengah untuk membahas persiapan Sensus Ekonomi 2026 pada Rabu, 8 April 2026.
Pertemuan ini menjadi momentum awal mempererat sinergi antar instansi, sekaligus memastikan kesiapan pelaksanaan sensus yang akan menjadi rujukan utama dalam perencanaan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Tak hanya fokus pada sensus, pembahasan juga melebar pada program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik). Program ini dinilai penting karena mendorong desa agar lebih mandiri dalam mengelola dan memanfaatkan data statistik, sehingga mampu menghasilkan data yang akurat dan berkualitas untuk kebutuhan kebijakan di tingkat lokal. Selain itu, kedua pihak turut membahas pentingnya persiapan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral Tahun 2026. Evaluasi ini menjadi instrumen penting untuk mengukur sejauh mana kualitas pengelolaan data sektoral di lingkup pemerintah daerah, sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola data yang terintegrasi sesuai prinsip Satu Data Indonesia. Kepala Diskominfo Kabupaten Mamuju Tengah, Hajay, mengatakan bahwa kolaborasi dengan BPS merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan program statistik di daerah.
“Koordinasi ini kami lakukan untuk memastikan seluruh tahapan Sensus Ekonomi 2026 berjalan optimal. Di sisi lain, penguatan kapasitas desa melalui program Desa Cantik juga menjadi prioritas agar data yang dihasilkan semakin akurat dan bermanfaat,” ujarnya, Kamis, 9 April 2026. Ia juga tekankan pentingnya data yang valid dan terintegrasi dalam menentukan arah pembangunan. “Data yang akurat adalah fondasi kebijakan yang tepat sasaran. Karena itu, kami berkomitmen terus berkolaborasi dengan BPS untuk meningkatkan kualitas tata kelola data di Mamuju Tengah,” tambahnya. Hajay berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
“Ke depan, kami ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data yang kuat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya.***


Komentar