Mamuju Tengah, potretrakyat.com — Hiruk-piruk Turnamen Terbuka Pickleball Mamuju Tengah resmi usai pada Minggu, 9 Agustus 2026. Selama tiga hari pertandingan yang digelar sejak 7 Agustus lalu, kejuaraan ini tak hanya menyajikan persaingan sengit para atlet dari Sulawesi Barat hingga Kalimantan, tetapi juga menjadi sinyal bagi Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah untuk mulai melirik potensi cabang olahraga baru ini.
Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary Anwar, hadir langsung menutup perhelatan tersebut sekaligus menyerahkan medali serta hadiah kepada para pemenang di kategori Ganda Putra dan Ganda Campuran (Mix).
Dalam ajang ini, dominasi klub-klub luar daerah cukup terasa. Pada kategori Ganda Putra, pasangan Rezki dan Andi Faat dari Indonesian Pickleball Federation (IPF) Sidenreng Rappang (Sidrap) sukses mengamankan posisi puncak. Posisi kedua ditempati pasangan Yusnadi–Andri (IPF Sulawesi Selatan), disusul pasangan Ridho–Arman (USB Polman) di peringkat ketiga, dan Sumarlin–Ansar (IPF Pasangkayu) di posisi keempat.
Sementara di kategori Ganda Campuran, gelar juara pertama disabet pasangan Faat dan Regina yang membela IPF Kalimantan Timur. Mereka mengungguli pasangan Yusnadi–Yuliastuti (IPF Sulsel) di posisi kedua, Arman–Egha (MPC Mamuju) di urutan ketiga, serta pasangan Andry–Early di tempat keempat.
Kehadiran peserta dari luar daerah menjadi catatan tersendiri bagi Askary. Menurut dia, turnamen semacam ini tidak sekadar panggung olahraga, melainkan juga sarana promosi daerah yang efektif.
“Atlitnya ada yang datang dari Sulawesi Selatan hingga Kalimantan. Saya sangat mengapresiasi, bila perlu kegiatan seperti ini dibesarkan lagi ke depan agar daerah kita makin dikenal,” kata Askary.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pembinaan atlet pickleball di Mamuju Tengah. Salah satu fokus utama Pemkab adalah membenahi infrastruktur dan sarana latihan guna mencetak bibit-bibit atlet lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional. Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah berencana memperkuat kolaborasi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta IPF setempat.
“Mengenai fasilitas, Pemkab Mateng akan berupaya membuat fasilitas sebaik mungkin agar atlet bisa latihan dengan nyaman,” ujarnya.
Sikap optimistis juga disampaikan Ketua IPF Mamuju Tengah, Zainuddin. Meski mengakui masih ada kekurangan dalam pelaksanaan turnamen kali ini, ia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menyambut agenda yang lebih besar di masa mendatang.
“Kami memohon maaf jika ada hal yang kurang. Insya Allah, dalam event yang lebih besar ke depan akan kami benahi dengan lebih baik,” tuturnya.


Komentar