News
Beranda » Berita » Bukan Sekadar Panas Biasa, Rombongan Bupati Mateng Sambangi Kemendagri

Bukan Sekadar Panas Biasa, Rombongan Bupati Mateng Sambangi Kemendagri

Spread the love

Jakarta, potretrakyat.com – Terik matahari di Mamuju Tengah (Mateng) terasa kian menyengat. Di balik panas yang tak kunjung reda, darurat perlahan menyelimuti lebih dari 20 desa di 5 kecamatan.

Sumur-sumur warga mulai mengering, lahan pertanian meretak, sementara risiko kebakaran rumah dan lahan mengintai setiap saat.

Di tengah situasi kritis ini, rombongan Pemkab Mateng tak mau menunggu lama. Mereka melesat ke Jakarta menyambangi Kementerian Dalam Negeri, Senin (25/8/2026), untuk memastikan penanganan bencana tak berjalan setengah hati.

Rombongan dipimpin langsung Bupati Dr. Arsal Aras, didampingi Sekretaris Daerah, Litha Febriani, serta jajaran Kepala Bapperida, Staf Ahli Bidang Ekonomi, kompak membawa segudang data lapangan sebagai dasar pijakan darurat.

Di hadapan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Bupati Arsal Aras membeberkan fakta mengkhawatirkan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026 saja, tercatat 13 peristiwa kebakaran yang merugikan masyarakat hingga Rp555 juta. Belum lagi ancaman gagal panen yang membayangi para petani dan lonjakan kasus ISPA akibat debu serta udara panas kering.

Jelang HUT ke-81 TNI, Kodim 1418/Mamuju Gelar Bakti Kesehatan, Hadirkan Layanan Gratis bagi Warga

“Ini bukan sekadar prakiraan cuaca. Ini darurat kemanusiaan. Langkah kami sudah tegas dengan menetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan lewat Keputusan Bupati Nomor 652 Tahun 2026,” tegas Bupati Arsal di ruang audiensi.

Di momen krusial itu, Sekretaris Daerah (Sekda)Mateng, Litha Febriani, turut tampil untuk kepentingan warga di Bumi Lalla’ Tassisara’.

Menurut Litha, bantuan sesaat memang penting, tetapi yang lebih fundamental adalah memperkuat kelembagaan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, yaitu Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran.

Sekda mengatakan, ketika darurat datang, kecepatan adalah segalanya. Karena itu, penguatan kelembagaan Satpol PP dan Damkar menjadi harga mati.

“Kami butuh peningkatan kapasitas, pelatihan, dan peralatan yang mumpuni agar saat kebakaran atau bencana menerjang, respon kami tidak terlambat,” ujar Litha Febriani saat dikonfirmasi Via WhatsApp, Selasa (25/8).

Reporter Tribun Sulbar Diduga Dipukul, Umar: Berani Lapor Saja Polisi

Sekda menekankan, kolaborasi pusat dan daerah mutlak diperlukan. Ia berharap Kemendagri tidak hanya mengucurkan anggaran, tetapi juga mendorong transformasi budaya kerja aparatur kebencanaan agar lebih adaptif terhadap perubahan iklim ekstrem yang kian tidak menentu.

Menurut Sekda, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri menyambut baik langkah progresif Pemkab Mateng.

Apresiasi tinggi diberikan karena Mateng dinilai cepat dalam menetapkan status darurat dan membentuk Satgas Penanganan Bencana secara terstruktur.

Dirjen pun berkomitmen untuk mengakselerasi dukungan kebijakan serta pendampingan teknis, khususnya dalam penguatan kapasitas Satpol PP dan pemadam kebakaran di daerah rawan.

Audiensi yang berlangsung hangat itu ditutup dengan secercah optimisme. Sekda, Litha Febriani meyakini, sinergi yang terbangun hari ini akan melahirkan solusi nyata.

Siraturahmi Ke Warkop Jurnalis, Kadis PMD Pasangkayu Sampaikan Program

“Kami kembali ke Mateng dengan harapan baru, bahwa kita tidak sendirian menghadapi ganasnya El Nino ini,” tutupnya. (jml)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *