Mamuju Tengah
Beranda » Berita » Bupati Arsal Aras Serahkan KUA-PPAS 2027 ke DPRD Mamuju Tengah, Fokus Hilirisasi Pertanian dan SDM

Bupati Arsal Aras Serahkan KUA-PPAS 2027 ke DPRD Mamuju Tengah, Fokus Hilirisasi Pertanian dan SDM

Spread the love

potretrakyat.com Mateng – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah secara resmi menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat dalam Rapat Paripurna, Senin (13/7). Dokumen ini menjadi landasan awal penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun depan.

Dalam sambutannya, Bupati Mamuju Tengah Arsal Aras menyampaikan penyusunan KUA-PPAS 2027 mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan tema utama: “Akselerasi Transformasi Ekonomi Melalui Hilirisasi Pertanian dan Penguatan Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”.

“Tema ini bukti komitmen kita mendorong perubahan struktur ekonomi daerah, mulai dari peningkatan nilai tambah komoditas unggulan, penguatan sektor pertanian, hingga perbaikan layanan pendidikan dan kesehatan serta infrastruktur penghubung wilayah,” ujar Bupati Arsal Aras.

Proyeksi Anggaran dan Tantangan Fiskal

Pemerintah daerah memproyeksikan total pendapatan daerah pada 2027 mencapai Rp532,11 miliar, yang terdiri dari:

Arsal Aras Ukir Sejarah, Jadi Tokoh Pertama Mamuju Tengah Raih Lencana Melati Kwarnas

Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp71,10 miliar
Pendapatan Transfer: Rp457,55 miliar
Lain-lain pendapatan daerah yang sah: Rp3,47 miliar
Sementara itu, kebutuhan belanja daerah direncanakan sebesar Rp538,11 miliar, dengan rincian:

Belanja Operasi: Rp429,66 miliar
Belanja Modal: Rp20,00 miliar
Belanja Tidak Terduga: Rp1,50 miliar
Belanja Transfer: Rp86,95 miliar
Dengan angka tersebut, APBD 2027 diproyeksikan mengalami defisit Rp6 miliar, yang seluruhnya akan ditutup menggunakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.

Bupati mengakui masih adanya tantangan kapasitas fiskal daerah yang terbatas, di mana struktur pendapatan masih sangat bergantung pada transfer pusat. Oleh karena itu, penguatan PAD menjadi prioritas lewat optimalisasi pajak dan retribusi daerah, pengelolaan aset, serta pelayanan berbasis digital.

“Kita juga menghadapi kendala pemenuhan belanja wajib seperti belanja pegawai dan infrastruktur akibat penurunan alokasi transfer. Solusinya, kita harus efisien, selektif menetapkan prioritas, namun tetap menjaga kualitas layanan publik,” jelasnya.

Prioritas Pembangunan dan Harapan Sinergi

Tak Lagi Manual, 33 Desa di Mamuju Tengah Mulai Digitalisasi Data Rumah Tak Layak Huni

Anggaran 2027 lebih diarahkan pada belanja produktif yang langsung dirasakan masyarakat, meliputi pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas SDM, penguatan pertanian, percepatan penurunan kemiskinan dan stunting, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bupati Arsal Aras berharap pembahasan dokumen ini berjalan objektif dan konstruktif. Ia meminta DPRD segera menjadwalkan pembahasan di tingkat Badan Anggaran agar kesepakatan tercapai tepat waktu, sehingga tidak menghambat tahapan penyusunan RAPBD selanjutnya.

“Keberhasilan anggaran bukan milik pemerintah saja, melainkan hasil kerja sama kita semua. Masukan dari dewan akan menyempurnakan dokumen ini demi kepentingan seluruh masyarakat Mamuju Tengah,” tandasnya.

Penyerahan dokumen KUA-PPAS 2027 ini sekaligus menandai dimulainya tahap pembahasan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Sekda Mateng Litha Febriani, Apresiasi Syukuran CPNS DPMTSP dan Pemberian Penghargaan Pegawai Teladan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *