Mamuju Tengah
Beranda » Berita » Cegah Stunting, Pemkab Mamuju Tengah Serukan Gerakan Penimbangan Serentak dan Cek Kesehatan Gratis Agustus

Cegah Stunting, Pemkab Mamuju Tengah Serukan Gerakan Penimbangan Serentak dan Cek Kesehatan Gratis Agustus

Spread the love

Mamuju Tengah Nuansainfo.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menyerukan gerakan Penimbangan Serentak Posyandu di seluruh wilayah Kabupaten Mamuju Tengah selama bulan Agustus. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen daerah dalam memantau tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus memutus rantai stunting sejak dini.

Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Askary, S.Sos., M.Si., secara langsung mengajak seluruh lapisan masyarakat yang memiliki bayi, balita, ibu hamil, hingga lansia untuk aktif berpartisipasi dengan mendatangi Posyandu terdekat.

Sasaran dan Rangkaian Kegiatan
Gerakan kesehatan yang berlangsung sepanjang bulan Agustus ini tidak hanya berfokus pada pemantauan tumbuh kembang balita, tetapi juga mencakup layanan kesehatan menyeluruh bagi kelompok rentan lainnya.

Rangkaian kegiatan utama dalam gerakan ini meliputi:

Penimbangan Serentak & Pengukuran: Pemantauan berat badan, tinggi badan, dan tumbuh kembang bayi serta balita secara presisi.

Arsal Aras Ukir Sejarah, Jadi Tokoh Pertama Mamuju Tengah Raih Lencana Melati Kwarnas

Pemberian Vitamin A: Penyaluran suplemen vitamin A untuk mendukung daya tahan tubuh dan kesehatan mata anak.

Cek Kesehatan Gratis (CKG): Pemeriksaan kondisi kesehatan bagi ibu hamil dan lansia di Posyandu.

Pentingnya Deteksi Dini Stunting
Dr. H. Askary menegaskan bahwa kehadiran masyarakat di Posyandu sangat krusial demi memastikan generasi penerus Kabupaten Mamuju Tengah dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas. Melalui penimbangan dan pemeriksaan rutin, potensi gangguan pertumbuhan dapat dideteksi dan ditangani secara lebih cepat.

Pemerintah daerah mengimbau orang tua dan masyarakat luas untuk mencermati jadwal pelayanan Posyandu di wilayah masing-masing agar tidak melewatkan momentum pelayanan kesehatan gratis ini.

Tak Lagi Manual, 33 Desa di Mamuju Tengah Mulai Digitalisasi Data Rumah Tak Layak Huni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *