Nasional Sulawesi TNI/Polri
Beranda » Berita » Dokter Forensik Polda Sulbar Dikerahkan Bantu Identifikasi Korban Longsor Tambang Emas di Suwawa Timur, Gorontalo

Dokter Forensik Polda Sulbar Dikerahkan Bantu Identifikasi Korban Longsor Tambang Emas di Suwawa Timur, Gorontalo

Mamuju, Potretrakyat.com; – Tim dokter forensik dari Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) dikerahkan untuk membantu proses identifikasi korban longsor di lokasi tambang emas di Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

 

Tim Operasi DVI Pusdokkes Polri yang tiba di lokasi segera melakukan identifikasi terhadap jenazah yang telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Gorontalo.

 

Proses identifikasi dilakukan untuk memastikan identitas korban dan membantu keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dalam bencana tersebut.

Pembangunan RTLH Sasaran 2 Capai 90 Persen, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1418/Mamuju Segera Rampungkan Pengerjaan

 

Dokter Forensik Polda Sulbar, IPTU dr Andi Iqbal Iskandar, menyatakan identifikasi dilakukan melalui berbagai metode, termasuk pemeriksaan sidik jari, rekam medis, dan DNA jika diperlukan.

 

“Kami berupaya melakukan yang terbaik,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (13/7/2024).

 

Kodim 1418/ Mamuju Pacu Pembangunan Rabat Beton di Pamulukang Demi Kelancaran Mobilitas Masyarakat

Sementara itu, Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Pol dr A Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengungkapkan, enam orang personel Dokkes Polri ditunjuk sebagai Tim Operasi DVI termasuk dirinya.

 

“Semua tim yang bekerja berupaya secepat mungkin untuk mengidentifikasi korban agar bisa segera diserahkan kepada keluarga mereka,” singkatnya.

 

Diketahui, longsor tersebut terjadi pada Minggu, 7 Juli 2024, dan menelan banyak korban jiwa.

BGN Uji Coba MBG Prasmanan. Sajikan Makanan Hangat dan Segar di Sekolah

 

Hingga Selasa, 9 Juli 2024, sebanyak 23 orang dilaporkan meninggal dunia, dan puluhan lainnya masih hilang.

 

Evakuasi korban dilakukan dengan bantuan helikopter milik Polri mengingat akses jalan yang sulit dijangkau.

 

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gorontalo, Heriyanto, menyebutkan bahwa operasi pencarian dan evakuasi masih terus berlanjut.

 

“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan relawan, untuk mencari korban yang masih hilang,” kata Heriyanto.

 

Tragedi ini mengingatkan kembali akan bahaya penambangan ilegal dan pentingnya keselamatan kerja di lokasi tambang.

 

Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

 

 

Sumber: Humas Polda Sulbar

Editor: Judistira

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *