News
Beranda » Berita » Inovasi BTPS Berhasil, Desa Bambamanurung Deklarasi 0 Persen Anak Tidak Sekolah

Inovasi BTPS Berhasil, Desa Bambamanurung Deklarasi 0 Persen Anak Tidak Sekolah

Spread the love

MATENG, potretrakyat.com – Kepala Desa Bambamanurung, Nanang Wahidin, menyatakan desanya telah berhasil mencapai angka nol anak tidak sekolah (0 ATS) per tahun 2026.

Capaian ini merupakan hasil dari inovasi program unggulan desa yang diberi nama BTPS (Bambamanurung Tak Putus Sekolah).

Menurut Nanang, ide program ini lahir murni dari keprihatinannya sebagai kepala desa terhadap dampak pandemi COVID-19 yang memukul ekonomi warga.

“Banyak yang secara ekonomi terpukul, ada yang pindah, bahkan orang tua harus keluar daerah mencari kerja sehingga anak-anak putus sekolah. Maka lahirlah ide saya, BTPS ini, untuk menyelamatkan anak tidak sekolah,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (22/8/2026).

Jelang HUT ke-81 TNI, Kodim 1418/Mamuju Gelar Bakti Kesehatan, Hadirkan Layanan Gratis bagi Warga

Untuk menopang program tersebut, Nanang berdiskusi dengan salah seorang warganya, Ibu Rati, untuk mendirikan sekolah nonformal. Pada tahun 2022, mereka meresmikan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) RAM Setara sebagai wadah bagi anak-anak yang putus sekolah, termasuk warga usia dewasa yang ingin mendapatkan ijazah setara Paket A, B, dan C.

Pendataan dilakukan dengan metode presisi mulai 2022 hingga 2026, dengan cara turun langsung ke rumah-rumah warga (door-to-door) serta mencocokkan data Kartu Keluarga.

“Kami deteksi dari rumah ke rumah. Jika masuk kategori anak tidak sekolah berusia 22 tahun ke bawah, kami masukkan data untuk diselamatkan ke dunia pendidikan. Yang sudah tidak memungkinkan masuk formal, kami selamatkan lewat jalur setaraan,” jelasnya.

Nanang menegaskan bahwa seluruh biaya program ini digelontorkan secara swadaya 100 persen tanpa menggunakan anggaran desa.

“Ini murni swadaya, dari saya selaku kepala desa, mitra PKBM, para kadus, hingga RT yang mengeluarkan dana pribadi. Ada juga sumbangan tidak mengikat dari masyarakat,” katanya.

Reporter Tribun Sulbar Diduga Dipukul, Umar: Berani Lapor Saja Polisi

Atas capaian ini, pihaknya telah mengoordinasikan data dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju Tengah dan Provinsi Sulawesi Barat, dan keduanya telah memastikan data 0 ATS di Desa Bambamanurung telah fix.

Sebagai wujud syukur, Pemerintah Desa Bambamanurung berencana menggelar deklarasi kecil-kecilan pada 8 September 2026 mendatang.

MATENG, Kunitik.com – Kepala Desa Bambamanurung, Nanang Wahidin, menyatakan desanya telah berhasil mencapai angka nol anak tidak sekolah (0 ATS) per tahun 2026.

Capaian ini merupakan hasil dari inovasi program unggulan desa yang diberi nama BTPS (Bambamanurung Tak Putus Sekolah).

Menurut Nanang, ide program ini lahir murni dari keprihatinannya sebagai kepala desa terhadap dampak pandemi COVID-19 yang memukul ekonomi warga.

Siraturahmi Ke Warkop Jurnalis, Kadis PMD Pasangkayu Sampaikan Program

“Banyak yang secara ekonomi terpukul, ada yang pindah, bahkan orang tua harus keluar daerah mencari kerja sehingga anak-anak putus sekolah. Maka lahirlah ide saya, BTPS ini, untuk menyelamatkan anak tidak sekolah,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (22/8/2026).

Untuk menopang program tersebut, Nanang berdiskusi dengan salah seorang warganya, Ibu Rati, untuk mendirikan sekolah nonformal. Pada tahun 2022, mereka meresmikan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) RAM Setara sebagai wadah bagi anak-anak yang putus sekolah, termasuk warga usia dewasa yang ingin mendapatkan ijazah setara Paket A, B, dan C.

Pendataan dilakukan dengan metode presisi mulai 2022 hingga 2026, dengan cara turun langsung ke rumah-rumah warga (door-to-door) serta mencocokkan data Kartu Keluarga.

“Kami deteksi dari rumah ke rumah. Jika masuk kategori anak tidak sekolah berusia 22 tahun ke bawah, kami masukkan data untuk diselamatkan ke dunia pendidikan. Yang sudah tidak memungkinkan masuk formal, kami selamatkan lewat jalur setaraan,” jelasnya.

Nanang menegaskan bahwa seluruh biaya program ini digelontorkan secara swadaya 100 persen tanpa menggunakan anggaran desa.

“Ini murni swadaya, dari saya selaku kepala desa, mitra PKBM, para kadus, hingga RT yang mengeluarkan dana pribadi. Ada juga sumbangan tidak mengikat dari masyarakat,” katanya.

Atas capaian ini, pihaknya telah mengoordinasikan data dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju Tengah dan Provinsi Sulawesi Barat, dan keduanya telah memastikan data 0 ATS di Desa Bambamanurung telah fix.

Sebagai wujud syukur, Pemerintah Desa Bambamanurung berencana menggelar deklarasi kecil-kecilan pada 8 September 2026 mendatang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *