Advertorial Daerah Mamuju News Pemerintahan
Beranda » Berita » Pantau Harga Pangan, Gubernur Sulbar Temukan Kenaikan Harga Bawang Merah dan Ayam

Pantau Harga Pangan, Gubernur Sulbar Temukan Kenaikan Harga Bawang Merah dan Ayam

Spread the love

Mamuju, Potretrakyat.com; — Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) bersama stakeholder turun langsung mengecek kesiapan pasokan bahan pokok jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Lokasi yang disambangi Bulog Mamuju dan Pasar Regional Sulbar.

 

Hasilnya, ketersediaan bahan konsumsi dipastikan aman. Stok dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama momen Nataru.

 

“Pada prinsipnya semua bahan konsumsi tersedia. Tidak ada yang tidak tersedia. Stok juga cukup. Hanya memang ada terjadi kenaikan utamanya bawang merah, bawang merah dalam minggu ini kenaikannya itu sekitar Rp10.000 sampai Rp15.000. Dari Rp40.000 naik menjadi Rp55.000. Begitu juga ayam karena permintaan ayam ini cukup tinggi,” jelas Suhardi Duka.

BPBD Sulbar Siaga Pascabencana Banjir dan Longsor di Mamasa dan Polman

 

Kenaikan harga paling terasa terjadi pada bawang merah dan ayam. Ayam menjadi komoditas yang paling diburu jelang Nataru, ditambah kebutuhan penyedia MBG serta warga yang merayakan Natal.

 

Sementara itu, harga beras masih relatif stabil di pasaran. “Sedangkan beras cukup di angka stabil. Di angka pasar itu sekitar Rp13.000 itu untuk beras medium untuk beras premium di angka Rp14.000,” jelasnya.

 

Ketua TP PKK Sulbar Harsinah Suhardi Kukuhkan Ibunda Guru Kabupaten se-Sulbar

Melihat lonjakan harga bawang merah, Suhardi Duka menyebut perlu ada langkah intervensi dari pemerintah daerah. Tujuannya membantu petani meningkatkan produksi karena biaya bibit yang tergolong mahal.

 

Ia menyebut pelatihan dan bantuan dibutuhkan agar petani bisa memperluas panen dan menekan kenaikan harga. Apalagi selama ini pasokan bawang merah Sulbar masih bergantung dari Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat.

 

“Ketersediaan utamanya bawang merah itu,

Buka Jambore Cabang II, Arsal Aras : Jambore Bukan Sekedar Kemah, Tapi Cetak Karakter Generasi

Pemerintah daerah harus mengintervensi

untuk melakukan pelatihan, perluasan

dan bantuan kepada petani untuk bisa

memperluas panen mereka, supaya

kenaikannya ini tidak terlalu signifikan,” ungkap Suhardi Duka.

 

 

Sumber: Humas Pemprov Sulbar

Editor: Judistira

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *