Advertorial Daerah Mamuju News Pemerintahan
Beranda » Berita » Pelaksanaan Debat Publik Putaran Pertama Disoroti Masyarakat hingga Paslon, KPU Sulbar Minta Maaf. EO Malah Kabur

Pelaksanaan Debat Publik Putaran Pertama Disoroti Masyarakat hingga Paslon, KPU Sulbar Minta Maaf. EO Malah Kabur

Mamuju, Potretrakyat.com: —Pelaksanaan tahapan Pilkada Sulbar, tentang debat pertama Pilkada Sulawesi Barat (Sulbar) di Gedung Gadis Polman, yang disorot peserta calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Sulbar membuat KPU Sulbar harus melakukan klarifikasi hingga berujung permintaan maaf.

 

Ketua KPU Provinsi Sulawesi Barat, Said Usman Umar saat Coffee Night dengan media di warkop 157 mengungkapkan kekecewaan terhadap pelaksana dalam hal ini Event Organizer yang bertugas untuk kelancaran debat pertama di kabupaten Polewali Mandar.

 

“Banyak hal yang kami minta untuk diadakan dan diganti tetapi tidak mampu EO adakan sampai di waktu pelaksanaan”, Kata Said Usman Umar.

Pembangunan RTLH Sasaran 2 Capai 90 Persen, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1418/Mamuju Segera Rampungkan Pengerjaan

 

Lanjut kata Said Usman Umar berjanji bahwa pelaksanaan debat kedua dan ketiga yang direncanakan di kabupaten mamuju dan majene akan lebih maksimal lagi sehingga kejadian di debat pertama tidak terulang kembali, Ungkapnya

 

“Kami sudah melakukan evaluasi, dan jujur kami kecewa terhadap EO yang seharusnya setelah debat dan kita di hantam habis-habisan oleh publik harusnya mereka membersamai kita untuk mengklarifikasi kejadian yang ada publik, bukan malah menghilang”, Kata Said Usman Umar.

 

TNI dan Masyarakat Bersinergi Lakukan Penanaman Pohon dalam Program TMMD ke-130 Kodim 1418/Mamuju

Meski begitu, Said Usman Umar melihat persoalan yang sementara berkembang di tengah masyarakat, pihaknya rasional menilai dengan fenomena yang ada.

 

“Makanya kami sebagai penyelenggara pemilu tidak perlu menyalahkan EO dan sebagainya, karena ini tanggung jawab kami,” Kata Said Usman Umar.

 

Said Usman Umar juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada warga, sebab masyarakat Sulbar telah mampu memberikan kritik masukan dan tanggapan.

Dua Kali Dilantik Lewat PAW, Sri Hayati Kembali Duduk di DPRD Pasangkayu

 

Selain itu, dia menilai, ini bukti bahwa masyarakat Sulbar betul-betul memperhatikan proses demokrasi yang sementara berjalan saat ini.

 

“Saya sampaikan kami sebagai penanggung jawab di tingkat KPU Provinsi Sulawesi Barat Dalam pelaksanaan pesta demokrasi kita Pilgub, saya mewakili lembaga menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas segala hal yang terjadi pada saat debat pertama, mudah-mudahan ini akan menjadi bagi evaluasi bagi kami sehingga tidak terulang Pada pelaksanaan debat kedua maupun ketiga. Terkait dengan EO yang menjadi bahan evaluasi internal kami itu kita akan mewanti-wanti agar tidak digunakan lagi dalam proses pesta demokrasi kita ketika ada kerjasama dengan KPU Provinsi Sulawesi Barat,” Pungkasnya.

 

 

Sumber: Zulkifly

Editor: Judistira

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *