Mamuju Tengah
Beranda » Berita » Sekretaris BPBD Mateng: Permintaan Air Melonjak, Posko Siaga 24 Jam Aktifkan Layanan Darurat

Sekretaris BPBD Mateng: Permintaan Air Melonjak, Posko Siaga 24 Jam Aktifkan Layanan Darurat

Spread the love

MATENG, potretrakyat.com – Dampak fenomena El Nino di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Posko Satgas El Nino, jumlah desa yang terdampak kekeringan bertambah dari 18 menjadi 20 desa yang tersebar di 5 kecamatan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mateng, Ifrad Karman, usai mengikuti apel siaga di Posko Satgas El Nino, Sabtu dini hari (8/8/2026).

“Kami mencatat penambahan desa terdampak. Saat ini, 20 desa di Kecamatan Pangale, Budong-budong, Topoyo, Tobadak, dan Karossa mengalami kekeringan,” ujar Ifrad.

Sekretaris BPBD, juga koordinator lapangan, Ifrad menegaskan, BPBD bersama seluruh tim gabungan saat ini tidak hanya berfokus pada pemantauan, tetapi juga telah menggerakkan aksi nyata di lapangan. Distribusi air bersih dan bantuan logistik darurat terus dilakukan secara terpadu untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Arsal Aras Ukir Sejarah, Jadi Tokoh Pertama Mamuju Tengah Raih Lencana Melati Kwarnas

Menurutnya, seiring meluasnya kekeringan, juga seiring meningkatnya permintaan air bersih yang cukup signifian dari warga hingga mencapai 46ribu liter perhari.

“BPBD bersama PDAM dan instansi terkait terus mengoptimalkan jadwal distribusi serta menambah armada tangki air untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak,” jelas Ifrad

Selain upaya distribusi, Ifrad memastikan, agar tim respons cepat terhadap segala kejadian, sehingga Posko Tim Satgas Penanggulangan Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diaktifkan selama 24 jam penuh.

“Masyarakat dapat menghubungi posko kapan saja untuk melaporkan kejadian darurat atau kebutuhan mendesak di lingkungannya,” jelasnya

Menyikapi cuaca ekstrem yang sedang berlangsung, ia juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain rawan kekeringan dan kebakaran lahan, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor juga mengintai jika hujan deras turun secara tiba-tiba di daerah yang tanahnya gersang.

Tak Lagi Manual, 33 Desa di Mamuju Tengah Mulai Digitalisasi Data Rumah Tak Layak Huni

“Kami mengingatkan agar masyarakat tidak membakar lahan di sekitar pemukiman. Dalam kondisi panas ekstrem seperti ini, api sangat mudah menjalar.

“Jika terjadi situasi darurat, segera laporkan ke aparat setempat atau hubungi posko kami yang siaga non stop,” pungkas Ifrad Karman.

Ia memastikan, seluruh personel gabungan tetap bersiaga dan tetap berkoordinasi dengan berbagai stakeholder untuk meminimalisir dampak bencana selama masa darurat El Nino ini.

Pengaduan bisa melalui chatbot “SINKAMA” atau posko Satgas Benteng Tobadak. BPBD Mateng. (jml)

Sekda Mateng Litha Febriani, Apresiasi Syukuran CPNS DPMTSP dan Pemberian Penghargaan Pegawai Teladan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *